Toleransi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Teman teman ku sekalian, aku ingin bercerita tentang toleransi yang berada di Sulawesi Utara
Toleransi
Sulawesi Utara
Di Sulawesi Utara kita bisa melihat bagaimana masyarakat yang mayoritas nya umat Kristen mengayomi minoritas umat Islam, Hindu, Buddha dan juga Konghucu. Sebaliknya nya juga kita bisa melihat bagaimana masyarakat yang mayoritas nya umat Islam mengayomi minoritas umat Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu
Baik di daerah mayoritas Kristen maupun mayoritas Islam, kedua nya jauh dari konflik antar agama. Kedua nya memiliki masyarakat yang hidup dengan damai dalam bingkai perbedaan agama, Kalaupun terdapat konflik, bukan lah konflik antar agama, hanya konflik kelompok anak muda atau perseteruan antar kampung
Masyarakat yang berada di manado, Minahasa, serta Dumoga adalah Masyarakat dengan mayoritas Kristen. Dalam masyarakat mereka, kita dapat melihat bagaimana mayoritas Kristen menaungi minoritas.Bukit kasih di Minahasa menjadi simbol keberagaman antar umat beragama. Di puncak bukit kasih di bangun lima rumah ibadah setiap agama nya yang di akui di Indonesia. Disana juga terdapat tugu toleransi yang bukan hanya sekedar Monumen untukmerupakan. Namun,merupakan Monumen yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang penuh toleransi antar umat beragama. Di Dumoga juga terdapat desa yang membangun Masjid dan Gereja yang saling berdekatan
Ada beberapa orang yang berasal dari Dumoga mengatakan, bahwa mereka pun saling menjaga toleransi dalam beragama. Kalaupun, didaerah nya rawan terjadi konflik, hal itu bukan karena di picu oleh agama, tapi di picu oleh masalah anak muda atau perseteruan antar kampung
Dikawasan Bolaang Mongondow Bersatu terdiri dari empat kabupaten satu kota provinsi Sulawesi Utara, merupakan daerah dengan masyarakat mayoritas beragama Islam (kecuali Dumoga), di sini kita dapat melihat bagaimana mayoritas Islam menaungi minoritas
Bagi masyarakat daerah Sulawesi Utara, toleransi tidak hanya di pelajari di sekolah dan juga tidak hanya terdapat dari ceramah agama. Toleransi langsung terbentuk dari kehidupan nya dalam masyarakat yang heterogen.Ini bukan hanya sekadar praktik pengetahuan, tapi merupakan pola hidup yang telah terbangun dari masyarakat sehingga pendidikan toleransi sudah di dapat kan dari kecil
Di saat yang beragama Islam merayakan hari raya nya, masyarakat yang non muslim tidak akan tersinggung tetapi masyarakat nya ikut meramaikan nya bersama sama dan juga di saat masyarakat Kristen ingin melaksanakan pesta, masyarakat yang beragama Islam ikut membantu nya dan sebalik nya juga
Kerukunan umat beragama sudah sangat dewasa dalam masyarakat Sulawesi Utara. Semboyan " Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu) " , benar-benar diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sekian penjelasan atau cerita dari saya, maaf jika ada kata kata yang salah atau yang kurang
Terima kasih..
Wassalam Wa'alaikum Warahmatullahi wabarokatuh 🙏
Komentar
Posting Komentar